Monday, 23 March 2015

Tentang Membeli Rumah Pertama

Assalamualaikum, good people! :)

                Rumah, salah satu kebutuhan vital manusia, yang kadang bikin galau karena harganya yang kian waktu kian menanjak naik tapi tabungan terkadang tak kunjung cukup untuk membelinya. Namun tak kurang juga ada orang-orang nekad yang beli rumah walaupun tabungannya bisa dibilang belum cukup, seperti saya dan Bapak Negara. Hehe. Sebenarnya, ketika membeli rumah pertama itu, apa aja sih yang diperlukan? Yuk mari kita simak, apa aja sih serba serbi membeli rumah berdasarkan pengalaman Bapak & Ibu Negara.



Image from here




Tentukan Lokasi Rumah

                Menurut pengalaman saya, kalau lokasi rumah makin ke kota, makin dekat mall dan segala macam fasilitasnya, makin mahal pula lah harganya. Tapi, balik lagi ke individu, where do you want your little family to live? Mau tinggal di kota dekat keramaian, dekat mall, dekat dengan segala macam tempat gaol atau di pinggirannya saja, tapi lumayan jauh kalau cuma buat nongkrong di mall. Atau, pengen tinggal dekat kantor aja, seperti saya dan Bapak Negara.

                Dalam menentukan lokasi rumah yang diinginkan, sebaiknya berkompromi dulu suami dan istri, serta meminta pendapat teman-teman yang punya rumah di lokasi yang kita inginkan. Semua lokasi perumahan itu pasti ada nilai plus dan minusnya, tergantung bagaimana kita menilai dan menyikapi hal tersebut. Buat kami, lokasi rumah dekat dengan kantor itu prioritas utama. Kenapa? Selama 2 tahun nge-kos di Balikpapan, saya dan Bapak Negara PP lebih dari 1 jam, 5 hari dalam seminggu. Macet itu jarang sekali terjadi di arah ke maupun dari kantor tapi karena jauhnya jarak, memang makan waktu di jalan. Apalagi Bapak Negara itu selalu lembur dan pulang diatas jam 10 malam, jujur saja saya selalu khawatir beliau mengendarai motor di waktu malam, kondisi badan capek dan ngantuk, pasti mengundang bahaya. Maka dengan itu, kami putuskan untuk mencari rumah yang lokasinya sekitar Sepinggan, Batakan atau Manggar saja.

                Menurut kami, it’s okay rumahnya jauh dari segala macem bentuk hedonism asalkan dekat sama kantor. Kita kan lebih banyak waktu kerja dari buang-buang waktu di mall. Tapi untuk fasilitas vital seperti rumah sakit langganan saya yaitu Siloam Hospitals emang makan waktu lebih kurang 30 menit untuk sampai di tujuan. Tak apalah, semoga jarang perlu ke dokter yah. Hehe. Serba serbi lain yang perlu dipertimbangkan ya adalah rumahnya lokasi rawan banjir atau ga. Biasanya, lokasi rawan banjir itu harganya murah, tapi ya kalau pas banjir pasti berabe dan repot serta kerugian pasti besar.

Tentukan Budget

                Baru bekerja beberapa tahun dengan penghasilan yang sekian serta memiliki tabungan sekian yang udah dipakai untuk kebutuhan sekian, maka tersedialah dana yang jumlahnya sekian untuk memiliki rumah. Kadang, dana yang sekian itupun kalau dikalkulasikan pasti ga mencukupi untuk biaya memiliki rumah. Maka dengan itu, sebaiknya tentukan juga budget yang akan dipakai untuk pembelian rumah tersebut. Ada rupa ada harga, semakin besar luas tanah dan rumah, semakin mahal pula harganya. Ditambah lagi dengan lokasi strategis, bisa bikin nangis untuk memiliki rumah impian.

                Menentukan budget itu bisa dengan menetapkan harga rumah maksimal yang ingin kita beli. Seperti saya dan Bapak negara, 400juta itu adalah patokan maksimal kami, karena kami mencari tipe diatas 40m2. Jika tipe dibawah itu, kemungkinan lebih murah. Kenapa perlu menentukan budget ini? Hal ini sangat penting untuk pembayarannya nanti. Baik itu ketika membayar down payment (DP), membayar cicilan ke bank dan urusan pajak. Pastinya kita tidak mau terjebak dalam kondisi keuangan melilit yang sebenarnya bisa kita atasi, kan?

                Menentukan budget itu sama saja dengan ‘mengukur baju di badan sendiri’. Mengukur kemampuan kita sendiri, apakah kita bisa membayar rumah yang harganya sekian dengan DP sekian serta cicilan sekian? Atau apakah kita mampu membeli tunai dengan harga sekian? Ga perlu gengsi kalau misalnya kita mampu hanya sebuah rumah kecil petakan dengan tanah ukuran minimalis. Ga perlu malu kalau model rumah yang kita punya jelek tidak tergolong modern minimalis. Ga perlu sedih kalau rumah kita lokasinya di perkampungan sering diusilin teman kantor. Iya, pengalaman saya sendiri begitu. Tapi kan kita yang jalanin, dan itulah semampunya saya budgetnya segitu, ga bisa dipaksakan lagi. Kalau dipaksakan ya bisa-bisa kami suami istri ga makan pula. Huhu :(

Tentukan Cara Pembelian

                Membeli rumah itu tidaklah sama dengan membeli kerupuk di warung. Tapi, kalau emang punya tabungan sekian yang jumlahnya cukup untuk membeli rumah dengan cara tunai, ya pasti bisa aja donk sama kayak beli kerupuk. Hehe :D Menentukan cara pembelian rumah juga menjadi factor penting dalam membeli rumah pertama. Cara pembelian bisa dilakukan dengan cara tunai, tunai bertahap dalam jangka waktu yang disetujui pembeli dan penjual dan juga bisa kredit di bank alias KPR. Tentu saja, semua cara pembelian ini ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

                Membeli rumah dengan cara tunai, biasanya sih orang yang emang sudah bertahun-tahun menabung atau punya usaha omzetnya milyaran ataupun dapat warisan. Hehe. Kalau saya sih, jelas belum mampu. Tapi siapa tau, suatu hari nanti ketika membeli rumah kedua mungkin? AAMIIN. Kelebihannya kalau membeli rumah dengan tunai, pastinya mendapat harga khusus. Bisa saja turun jauh dari harga KPR. Kekurangannya, mungkin kalau ga punya uang ya ga bisa yah. :p

                Untuk pembelian secara cash bertahap pun hampir mirip saja dengan pembelian tunai. Biasanya, dibuat perjanjian antara penjual dan pembeli yang menjelaskan si pembeli akan membayar sekian jumlah uang dalam jangka waktu tertentu dan tidak dikenakan bunga oleh penjual. Kelebihannya, pembeli bisa selamat dari jebakan bunga bank yang bikin nangis darah itu.

                Lalu ada sistem pembelian melalui KPR yang memang menjadi sarana masyarakat dalam membeli rumah. KPR ini ada tatacaranya tersendiri. Calon pembeli melengkapi berkas dan mengajukan ke bank pilihan, lalu bank akan melakukan penilaian terhadap calon pembeli, apakah layak pinjam atau tidak. KPR bisa dipilih di bermacam bank yang menawarkan produknya dan bisa juga dipilih antara bank konvensional maupun syariah. Kelebihan KPR ya membantu orang-orang macam saya dan Bapak Negara memiliki rumah. Hehe. Kekurangannya, nasabah (pembeli) membayar mahal ke bank karena terikat oleh bunga atau margin  di bank syariah.

Kuatkan niat dan tingkatkan usaha

                Membeli rumah sendiri tentunya suatu challenge besar buat pasangan baru menikah atau bahkan siapa saja yang ingin memiliki rumah sendiri. Menurut saya, siapapun pasti bisa memiliki rumah sendiri, asalkan punya niat yang kuat untuk itu. Niat yang diiringi dengan usaha dan doa untuk menabung dan berinvenstasi agar bisa punya rumah, InsyaAllah akan dimudahkan dalam memiliki rumah. Memang sih, pada kenyataannya kita maksa untuk punya rumah sekarang, karena kalau kita menunggu lebih lama lagi kemungkinan ga akan terbeli tu rumah.

                Kuatkan niat untuk bisa membeli rumah sendiri memberi pengaruh besar dalam gaya hidup kita. Well, sebelumnya saya ini lumayan ‘hanyut’ dengan arus hedonism dan hal itu menyebabkan lebih banyak uang dihabiskan untuk gaya hidup. Kemudian, bertemu dengan Bapak Negara, setuju untuk menabung bersama untuk pernikahan kita, jadi ada yang berubah. Dan kondisi itu membaik ketika setelah menikah, lebih fokus untuk hal yang butuh dari yang ingin. Karena niat dan tekad sudah bulat untuk punya rumah, segala bentuk godaan online shop yang menjual pakaian, sepatu, aksesoris model terbaru itu tak lagi dilirik. Hhe :)

                Perbanyak berdoa dan bersedekah, meminta kepada Allah agar dimudahkan dalam memiliki rumah. Dengan bersedekah, tak membuat kita menjadi miskin, Karena kalkulator sedekah tidak berlaku seperti itu. Yang ada, malah memperluas jalan rezeki yang tak terduga. Jadi, uang yang kita sedekahkan tidaklah berkurang melainkan bertambah. Karena Allah itu pemilik seluruh alam, apapun pasti bisa terjadi dengan kehendak-Nya, kan? So, jangan lupa berdoa dan meminta untuk dipantaskan agar bisa memiliki rumah dan dilancarkan rezeki kita untuk bisa membelinya. Jangan lupa minta doa orang tua juga yah, karena doa ibu itu mustajab sekali! ;)

                Happy hunting for your dream house and have a nice day! :)




-MS-

No comments:

Post a Comment