Assalamualaikum,
hello blogworld! Pejam celik pejam celik akhirnya kita sampai juga di NHW ke-9,
tak terasa waktu begitu cepat berlalu banyak sekali pencerahan yang saya
dapatkan melalui program kuliah matrikulasi IIP ini. Setelah melalui prose
pembelajaran yang berkelanjutan, hmmm kira-kira saya sudah menemukan jati diri
dan misi hidup belum ya? :D Kadang masih suka galau, apakah yang saya lakukan
susah sejalan dengan keinginan atau tidak, apakah sesuai dengan goal saya di
awal belum, tapi the most important thing is just do it sih, kalo saya ;)
Monday, 1 April 2019
Monday, 25 March 2019
NHW #8 Misi Hidup dan Produktivitas
Assalamualaikum, hello
blogworld! Lanjut ke tugasan di NHW 8, yes semua NHW adalah berkesinambungan
antara satu dengan lainnya, jadi memang ga bisa di skip :D.
a.
Ambil salah sau dari ranah aktivitas yang sudah
teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW #7)
b.
Setelah ketemu satu hal, jawabla pertanyaan “BE
DO HAVE” di bawah ini :
1.
Mental seperti apa yang harus anda miliki untuk
menjadi seperti yang anda inginkan? (BE)
2.
Apa yang harus anda lakukan untuk menjadi
seperti yang anda harapkan? (DO)
3.
Apa yang akan anda lakukan apabila sudah
memiliki yang anda harapka? (HAVE)
c.
Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini
dan isilah :
1.
Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu
kehidupan kuta (lifetime purpose)
2.
Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10
tahun kedepan (strategic plan)
3.
Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu
tahun (new year resolution)
NHW #7 Tahapan Menuju Bunda Produktif
Assalamualaikum, hello blogworld! Tampaknya saya kalah dalah manajemen waktu mengurus NHW dan akhirnya pecah telor NHW overdue! T___T Not blaming anyone or anything, its all on myself. Sedih tapi, NHW tetap harus dibuat walau terlambat dan harus segera disetor. Perkualiahan Matrikulasi IIP juga tinggal sedikit lagi, semangat harus meningkat bukan makin males. :D
NHW kali ini adalah tentang “Tahapan Menjadi Bunda Produktif”. Awalnya agak bingung, (well saya selalu bingung kalau ngerjain NHW. Hahhahaa). Tapi setelah diresapi dengan memerhati sesi tanya jawab, camilan dan browsing, jadi lumayan tercerahkan.
Monday, 11 March 2019
NHW #6 Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal
Assalamualaikum, hello again
blogworld! Time flies so fast, sooooo many things to do, so little time I Have.
But excuse in unaccepted, all we need is to keep on doing our best with limited
we had.
Melanjutkan perjalanan di minggu
ke-6 perkuliahan matrikulasi Ibu Profesional, ilmu minggu ini adalah tentang “Ibu
Manajer Keluarga Handal”. Hmmmm sounds familiar is it? Memang ya, peran itu
pusatnya keberlangsungan agenda rumah tangga. Peran ayah sebagai ketua keluarga
akan berjalan lancar dengan support ibu sebagai manager ( dan sekertaris,
bendahara, serta ketua berbagai departemen lainnya :D). Well, ga mesti ibu yg
support, baiknya sih sama2 karna kan berumah tangga berdua tu, jadi ya semuanya
berdua.
Monday, 4 March 2019
NHW #5 Belajar Bagaimana Caranya Belajar
Assalamualaikum,
hello blogworld! Kembali dengan Nice Homework di mingu ke-5, yang sukses bikin
mengerutkan dahi sambil berfikir keras. >.<
Buat
saya, proses belajar itu terjadi sepanjang hayat. Tak hanya pendidikan formal
di bangku sekolah & kuliah saja, tapi selama kita menjalani proses
kehidupan sehari-hari, itulah saatnya kita belajar. Sebagai mahkluk yang
menyukai hal sederhana, tanpa aturan yang terlalu ketat, saya ingin bebas
berkreasi membuat design pembelajaran cara saya. Yang utama, adalah membuat
jadwal berstruktur tentang aktivitas seharian dan istiqomah dalam melaksanakannya.
Inilah perjuangan saya, bersama seorang putri kecil yang harus saya bersamai
setiap hari. Kadang terjadi kondisi “cakap tak serupa bikin” kalau kata orang
Melayu. Sudah dibuat sedemikian rupa planning minggu ini seperti apa, yang
terjadi kadang malah sebaliknya. Back up plan perlu, tapi sesungguhnya dengan
adanya putri kecil di rumah, saya harus selalu siap berimprovisasi dengan
rencana yang saya buat.
Monday, 25 February 2019
NHW #4 Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah
Assalamualaikum, hello blogworld! Kembali lagi dengan tugasan
selanjutnya dari program Matrikulasi Ibu Profesional Batch 7. Sungguh, kali ini
diajak berfikir keras, dan tugasan inipun akhirnya kelar setelah 3 hari semedi.
Draftnya ketik, delete, ketik, delete. Semoga tulisan yg dituangkan kali ini
bisa menjawab goal dari tugasan kali ini yaaa >.<
a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda
tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah
merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan
dikuasai?
Sepertinya setelah semedi, saya harus lebih spesifik dalam menentukan
jurusan ilmu yang akan saya pelajari yang lebih membawa manfaat buat anak saya
kelak. Ilmu menggendong sangat bermanfaat buat anak saya, tapi jangka waktunya
hanya sebatas sampai anak mau digendong, selebihnya akan bermanfaat buat orang
tua dan anak lainnya. Maka dengan itu, saya memutuskan untuk focus pada jurusan
ilmu pendidikan dan pengasuhan anak, membersamai anak dalam tumbuh kembangnya
serta mendidiknya di rumah dengan metode berbasis Al-Quran dan Sunnah serta
menambah input dari metode Montessori dan Waldorf.
Monday, 18 February 2019
NHW #3 Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah
Assalamualaikum, hello blogworld!
Kembali bertemu
dengan tugasan berikutnya pada program Matrikulasi Ibu Profesional Batch 7.
Seminggu ini kondisi saya dan anak saya kurang fit dan kehilangan focus untuk
produktif. Sehingga NHW yang harus disetor ini saya buat menjelang deadline. Semoga
ini terakhir kalinya, semoga kedepannya saya bisa membuatnya lebih cepat, lebih
terorganisir dan lebih baik.
Tugas kali ini bertema
“Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah”. 3 minggu bergabung dengan Matrikulasi
IP, saya sangat merasakan manfaat baik di dalamnya. Kita diajak untuk melihat
kembali apa tujuan berkeluarga, menjalani proses dengan usaha terbaik serta
melibatkan suami dan anak dalam membentuk family goal masing-masing. Setiap insane
itu istimewa, begitu juga dengan keluarga. Dengan semua kelebihan dan
kekurangannya, kita bersama-sama membangun keluarga yang Sakinah, Mawaddah dan
Warahmah.
Sunday, 10 February 2019
NHW #2 : Ceklis Indikator Profesionalisme Perempuan Matrikulasi Ibu Profesional Batch #7
Assalamualaikum,
hello blogworld! Perkuliahan Matrikulasi Ibu Profesional Batch #7 kini sudahpun
masuk ke minggu ke-2 dan materi pada minggu ini adalah Menjadi Ibu Profesional.
Setelah ada sharing materi dan diskusi, lanjut deh ke tugasan mingguan atau
Nice Home Work. Sebelum bergabung sebagai mahasiswi di Institut Ibu
Profesional, saya merasa kalau NHW itu semacam beban. Tapi, setelah
menjalaninya, saya merasa NHW adalah tantangan yang akan sangat bermanfaat buat
saya apabila saya melakukannya dengan bersungguh-sungguh.
Ceklis Indikator Profesionalisme
Perempuan
a)
Sebagai individu
b)
Sebagai Istri
c)
Sebagai Ibu
Friday, 1 February 2019
NHW #1 Adab Menuntut Ilmu Matrikulasi Ibu Profesional Batch #7
Assalamualaikum, hai blogworld!
| Menggendong itu menyenangkan |
Lama sekali ya sejak
postingan terakhir di blog ini. Sejak memutuskan untuk menjadi stay at home
mom, memang saya cukup keteteran dalam membagi waktu antara anak dan aktivitas
pribadi. Jadi, lebih banyak waktu dihabiskan untuk mengurus anak dan rumah
tangga. Alhamdulillah, sejak Yaya semakin besar, jadi Mama nya semakin punya
waktu untuk urusan pribadi karna Princess kesayangan sudah semakin mandiri. Walau
ya, tetap belum bisa beraktifitas dengan laptop/handphone ketika dia sedang
melek. Hehe
Friday, 3 March 2017
28 September 2016 : Terlahir kembali
Assalamualaikum,
blogworld! Lama sekali tidak berdongeng, tahu-tahu sudah tahun 2017 saja.
Baiklah, kali ini izinkan saya berbagi sebuah cerita manis tentang melahirkan
anak pertama saya, Alya Aruna Nadira pada 28 September 2016 lalu.
27 September 2016
Pagi
diawali seperti biasa, bangun sekitar jam 5 pagi, bersiap untuk solat subuh.
Tapi, ada yang beda. Ada yang bikin perut serasa ditarik-tarik, kenceng
rasanya, tapi tidak lama, sebentar saja. Jadi ingat sekitar 2 minggu sebelumnya
merasakan kontraksi brixton hiks, rasanya mirip-mirip. Jadi saya bawa aktivitas
seperti biasa saja. Terbesit di benak saya, mungkin memang sudah mau lahiran,
karna usia kehamilan sudah menjelang 39 minggu dan HPL saya adalah sekitar 2
November 2016. Seingat saya, per 30 menit – 1 jam pasti saya merasakan nyeri
itu. Tapi, ketika dibawa berjalan atau duduk sambil goyang di birthing ball,
rasa nyerinya menghilang.
Di
hari itu saya sempat berjalan (cukup jauh) untuk membeli sarapan nasi kuning
favorit, memandikan kucing kesayangan dan berberes-beres. Untuk memandikan
kucing, memang rasanya rempong sekali, tapi hari itu saya cukup bertekad
memandikannya, karna feeling saya kalau tidak hari itu dimandikan, nanti
kayaknya bakalan lebih lama lagi ga mandi. Sepanjang hari saya mencoba untuk
beraktifitas senormal mungkin, jika gelombang cinta mulai muncul, saya
perbanyak pergerakan dan mengatur nafas dan mencoba menikmatinya. Bahkan ada
kejadian 1 dari 2 ekor baby cat rescue saya mati, sedih banget rasanya karna baby cat itu udah 2 minggu-an
saya rawat. Tapi saya mencoba ikhlas semoga ada hikmahnya. Siangnya, saya
merasa sedikit lelah dan mencoba untuk tidur siang. Tapi apalah dayaku, tak bisa
konsentrasi untuk bobo ciang, alhasil kembali duduk manis goyang-goyang di
birthing ball sambil temenin mama nonton serial India kesukaannya. Sempet juga
naik turun tangga mini yang di depan rumah. Pokoknya bergerak aja, biar makin
nikmat gelombang cintanya. Tak lupa, pakai aplikasi untuk menghitung durasi,
mudah-mudahan bentar lagi lahiran.
Malamnya,
drama episode 1 dimulai. Saya udah whatsapp-an sama kakak Pembina Bidan Neny
Rahmawati, tapi masih fase menghitung si tanda cinta, kalau udah intense baru
deh cus ke Griya Bunda Sehat, tempat melahirkan pilihan saya dan suami. Laporan
juga sama Bapak Negara yang nun jauh disana, dag dig dug lah beliau. Mama juga
mulai panikan dan nyuruh buru-buru ke GBS. Padahal akunya masih santai
senyum-senyum nikmatin tanda cinta baby Alya dan rencananya besok pagi aja ke
GBS, siapa tau pas nyampe anakku meluncur depan pintu GBS. Hehe. Akhirnya,
setelah disepakati bersama, malam itu juga saya dan mama berangkat ke GBS.
Kucing kesayangan dengan terpaksa ditaroh di depan rumah, 1 baby cat yang
direscue dari bak sampah ikut dikandangin di depan rumah. Makanan titip ama tetangga,
itupun Cuma via WA nitipnya, udah kemaleman, jadi segan ngetok pintunya.
Sesampainya
di GBS, kedatangan kami disambut Bidan Putri dan Bidan Rahma. Karna pengen tau
aja, jadilah di VT. VT sakit ga? Enggak. Kalau nafasnya diatur ga terasa. Dan
yang nge-VT juga berperan penting, prosesnya lembut dan cepat jadi ibu hamilnya
kan tetep okey. Alhamdulillah, malam itu sudah di bukaan 3. Jadi semangat
doonk, bentar lagi ketemu anak bayi yang sudah dikandung 9 bulan lamanya,
apalagi penantian buat hamilnya setelah setahun menikah. Lanjut deh masuk ke
kamar buat istirahat terus dipijet induksi untuk memacu bukaan. Yang pijet
waktu itu bidan Rahma, rasanya enaaaaaak, saya betah dilama-lamain. Haha.
Sekitar 1 jam kayaknya dipijet, ga terasa, sedikit ketiduran tapi pas ada
gelombang cintanya kebangun lagi. Setelah selesai pijet, disarankan buat tidur,
untuk recharge energy. Diusahain siih, tapi baru mau merem gelomang cintanya
muncul lagi. Jadilah semalam memilih untuk tidur-tidur ayam di kursi terus
sebentar-sebentar pindah ke birthing ball. Waktu itu pengennya apa coba? Pengen
Bapak Negara tercinta ada di sampingku, memijatku, memelukku, menciumku.
Huaaaaaah. Tapi apalah dayaku, suami mencari rezeki nun jauh disana, baru masuk
pula. Hiks. Mama? Bobo pules beliau. Huhu
28 September 2016
Semalaman
fix saya tidak tidur, jadi rasanya itu memang energy-less. Kurma masih
dikunyah, tapi ga bisa banyak. Bahkan saya bolak-balik kamar mandi seperti
orang diare. Feeling saya badan saya sedang bersih-bersih untuk jalan lahir baby
Alya nanti. Dari GBS disiapkan sarapan nasi kuning, tapi tak bisa saya makan
padahal naskun emang favorit buat sarapan. Rasanya ingin muntah. Kala itu saya
sempat menangis, rasanya campur aduk, pengen suami tapi jauh, sakit iya tapi
seharusnya dinikmati, mencoba memeluk mama tapi kok mama awkward gitu. Aduh,
entahlah rasanya kok beraaaaat banget. Konsentrasi agak goyah kala itu, tapi
masih diusahakan untuk tetap tersenyum. Rencananya pagi itu mau disiapkan untuk
berendam air hangat ditetesin essential oil lavender, udah bayangin donk, pasti
enaaaaak. Etapi tiba-tiba rok basah! Mama langsung panik. Padahal kan uda di tempat
bidan yaaa, gaperlu panik ma. Hehe
Dengan
sigap saya dibawa ke ruang suci, yaitu ruang persalinan. Di VT lagi untuk kali
kedua, Alhamdulillah, sudah bukaan 6. Perjuangan masih berlanjut. Tangan Bidan
Putri digenggam sekuat hati ketika gelombang cinta datang, nafas dipandu Bidan
Putri. Bahkan saya sempet bilang “pandu aku nafas mbaaa” sambil meringis.
Awal-awal masih bisa focus, masih bisa disugesti. Gelombang cinta = nafas.
Pokoknya nafas aja. Tapiiiiiii, ketika semuanya buyar, maka hebohlah Batakan.
Hahaha I screamed. Yes, saya teriak. Saya malu mengakuinya, tapi itulah
kenyataannya. Belum lagi ga bisa ditahan ngeden padahal dari awal afirmasinya
lahiran gamau ngeden, mau nafas aja. Huhu. Musnah sudah cita-citaku. Tapi,
dibalik kehebohan satu itu, saya acungi jempol tim Griya Bunda Sehat yang tetap
sabar dan bahkan ketawa kalo saya teriak dan nangis. Kok bisa sih heboh dan
buyar konsentrasi? Saya masih kepikiran suami. Tapi anehnya kok pada ga
kepikiran buat telpon atau video call suami ya waktu itu? Pdahal boleh-boleh
aja loh.
Dari
awal masuk ruang suci sampai akhirnya lahir, semua pergerakan yang bisa
membantu penurunan kepala saya lakukan, saya usahakan semampu saya. Nungging,
berdiri, jongkok, rebozzo, miring ke kiri, berulang-ulang. Saya masih manut ama
bidan, walaupun ada momennya fikiran saya kemana-mana ga focus gitu. Hiks. Selama
proses persalinan, Bidan Neny juga membantu compress jalan lahir dengan air
hangat untuk mengurangi trauma perineum. Selama proses juga, saya mencoba
mengunyah kurma, tapi ga begitu bias nelen. Kalo minum air, banyaaak banget,
haus terus rasanya. Exhausted. Gara-gara konser itu kayaknya, hehe.
Akhirnya,
setelah hamper 4 jam, saya bisa lihat ubun-ubun Alya yang rambutnya MasyaAllah
lebatnya lewat foto dan tangan saya menyentuh ubun-ubunnya itu sewaktu udah
crowning. Dan hal yang paling gokil dari segala drama hari itu adalah, Alya
meluncur dengan jayanya disertakan batuk saja. Ondeh mandeh, terus ngapain
emakmu ini ngeden meluu dari tadi? Hahahaha. Alya Aruna Nadira, meluncur saja
langsung konser. Mungkin mau menyaingi emaknya barusan. Lahirnya dibantu bidan
praktisi gentle birth, lahirnya nyaman tanpa intervensi, InsyaAllah lahirnya
minim trauma (walaupun emak konser, mudah-mudahan Alya baik-baik aja nak ya
:”)). Mudah-mudahan ya anakku sayang. By the way, begitu si cantik ini selamat
meluncur, udah ga ngerasa lagi emaknya yang namanya sakit, hilang semuanya
terbayar dengan memeluk anak yang dinanti selama ini. Alhamdulillah ya nak,
rasanya bahagia sekali. Setelah 1 jam Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan proses
menjahit selesai (perineum tak tak begitu utuh. Hehe) Alya dibersihkan dan
dipakaikan baju. Saya meminta untuk tali pusarnya dibakar untuk mempermudah
perawatannya nanti sebelum puput. Setelah itu, Alya ditarih di samping saya dan
saya mencoba menyusui. Dihisap, beneran dihisap sama Alya, Alhamdulillah anak
pintar. Mudah-mudah ASI segera ngucur.
Sejak
saat itu, jiwa raga ini rasanya menjadi sesuatu yang baru. Dari seorang istri
kemudian menjadi ibu. Dipanggil MAMA sama anak cantik kesayangan kami. Punya
tanggungjawab baru. Punya kegiatan baru. Rasanya seperti terlahir kembali,
menjadi insan serba baru yang InsyaAllah mudah-mudahan lebih baik lagi.
Duhai anakku Alya Aruna Nadira kecintaanku, bertumbuhlah sayangJadilah anak yang sehat, kuat, pintar dan solehahJadilah apapun yang kau inginkanCintailah ilmu, mama percaya hanya itu yang bisa membawamu kemana saja kau mauMama & Papa selalu cinta padamu
Kepada tim Griya
Bunda Sehat, Mb Neny, Mb Putri, Mb Arkas, Mb Rahma, Mb Nila terima kasih banyak
sudah membantu proses persalinan saya dengan kesabaran tingkat tinggi, dengan
senyuman yang tak berhenti. Terima kasih untuk ilmu di kelas hypnobirthing dan
prenatal yoga. Terima kasih juga keluarga besar Gentle Birth Balikpapan yang
selalu on dengan energy positifnya. InsyaAllah nanti akan ada post khusus untuk
berbagi tentang persiapan melahirkan, mudah-mudahan rajin :D
Tuesday, 3 May 2016
Cerita Kehamilan : Alhamdulillah, Positif
Assalamualaikum, blogworld!
![]() |
| hey little peanut <3 td=""> |
Setelah
melakukan ikhtiar untuk memiliki keturunan, ya baik itu dengan suami, ke dokter
dan meminta ke Allah SWT, yang terakhir dilakukan adalah bertawakal. Menanti
dengan sabar, kapankah miracle itu akan menghampiri. Alhamdulillah, tak lama
setelah kunjungan ke dokter O&G, saya positif hamil, dan momennya pas
banget pas ada Ayah, Mama dan Adik dari Malaysia sedang berkunjung J
Sunday, 24 April 2016
Cerita Kehamilan : Trying to Conceive (Mencoba untuk Hamil)
![]() |
| Image from here |
Assalamualaikum, hello my blogworld! Rasanya cukup lama
sekali saya membiarkan blog ini sepi dengan tulisan (curhatan) baru. Hehe
maafkanlah diri yang sok sibuk ini :”)
Alhamdulillah,
akhirnya masih diberi kesempatan bernafas di tahun yang baru, tahun 2016. 2015,
nothing special happens. Semacam lost goal-post marriage syndrome.
Bawaannya pengen di rumah aja, leyeh-leyeh bahkan mikir untuk ga kerja lagi. As in, berbakti buat suami dan (calon)
anak-anak, seperti tipe ibu/istri ideal yang sering dieperdebatkan di social
media. But yeah, I did some self-reflection
and I think, 2016 will be a new year with major changes. Maybe I will share
later about that. ;)
Back to the main topic, trying to conceive.
Biasanya suka dibikin hashtag #TTC di kalangan para wanita yang sedang berjuang
hamil dan sharing di sosmed mereka. So, saya dan Bapak Negara sudah menikah
genap 1 tahun pada 13 Desember 2015 yang lalu. Dan selama perjalanan setahun
itu juga kami ditonjok dengan pertanyaan, “KAPAN HAMIL?”. Awalnya gemes, sebel.
Tapi lama-lama jadi terbiasa dan enjoy ajah. Toh hidup kita, bukan hidupnya
mereka. Mereka tau apa tentang kita? Sesuai perencanaan awal dan pastinya
takdir Tuhan, kita berdua setuju setahun pertama berdua dulu. Jadilah setelah
anniversary kita mulai mikir untuk punya momongan. Tepatnya sekitar awal
Januari 2016.
Thursday, 15 October 2015
Original Branded vs KW Branded vs Local Brand
Assalamualaikum, hello blogworld! :)
| Image From here |
Wanita
itu tak lepas dari pakaian, kosmetik serta aksesoris serta serba serbi yang
diperlukan untuk menunjang penampilan. Baik untuk keperluan sehari-hari,
pekerjaan, bersenang-senang sampailah ke status sosial wanita itu sendiri. Menggunakan
barang-barang yang bermerk, terutama buatan luar negeri, sememangnya impian
semua wanita, termasuk saya. :D Tapi, kenyataannya, ga semua orang mampu
memilikinya. Terus, kalo diluar kemampuan gimana? Beli yang KW atau produk
lokal aja nih? Terserah kamu donk yah ;)
Sunday, 11 October 2015
How’s Life?
Asslamualaikum, hello my long
times no see blogworld! :)
Its
been a while, well its quite a long time to be précised that I haven’t post
anything on my blog. My kinda lame excuse will be “I don’t have time” but its
not even acceptable due to I should make time to spend some time typing my
valuable ideas to be posted on this dearest blog I have. Anyway, how are you doing
my dearest friends? Hopefully all of you are enjoying life as much as I do and
dont forget to be happy no matter how hard your life is.
Friday, 10 July 2015
Hutang?
Assalamualaikum, good people! :)
| Image from here |
“Kakak jangan berhutang atau pakai kartu kredit ya, kalaupun mau ngutang yang gede kayak KPR untuk beli rumah atau kredit mobil ga apa-apa”
Begitulah
kira-kira pesan sang ayah tercinta untuk saya di saat sudah mulai bisa
mendapatkan penghasilan sendiri. Memang iya, yang namanya hutang itu adalah
mimpi buruk untuk semua orang. Makan tak kenyang, tidur tak lena, hanya
gara-gara hutang. Ada berbagai jenis hutang, mulai dari yang sekecil di warung
untuk belanja kebutuhan dapur, cicilan panic atau barang pecah belah (biasanya
ibu-ibu), hutang cicilan motor, mobil, rumah dan yang paling biasa adalah
hutang kartu kredit. Memang sih namanya nyicil, bayar sedikit-sedikit, tapi kan
akhirnya itu adalah hutang yang wajib dibayar.
Sunday, 28 June 2015
Re-Setting Life Goal
Assalamualaikum, good people! :)
I
am not sure where it begins, but recently I started to feel that I am going
nowhere. I do admit that I am the “go with the flow” kind of person, but then,
it doesn’t work anymore these days. Something is bothering me. Something about the
future, that is forgotten. Something about dreams that never being said and not
yet being achieved.
Saturday, 27 June 2015
Harapan Ramadhan
Assalamualaikum, good people! :)
| Image from here |
Alhamdulillah,
akhirnya kita semua diberikan kesempatan untuk kembali dipertemukan dengan
“Bulan 1000 Bulan”, yaitu bulan Ramadhan. Bulan dimana pahala berkali-kali
lipat dan keberkahan melimpah ruah untuk hamba-Nya yang mengambil kesempatan
istimewa ini dan ikhlas bertaqwa kepada-Nya. Semoga saya bisa termasuk salah
satu dari jutaan manusia yang berlomba-lomba mendapatkan kemenangan di bulan
suci Ramadhan ini. AAMIIN.
Wednesday, 3 June 2015
Wedding Day : A Lesson Learned
Assalamualaikum, hello blogworld! :)
So
I am married for almost 6 months now, and Alhamdulillah we can overcome
everything together smoothly, though sometimes “thunder attacks” happened
between us. Today I am gonna share with you what I have learned from my wedding
day, from the very beginning of its preparation until the D-day. Why is that
so? Honestly, there’s a lot to learn when we face it by ourself. Yes, I heard a
lot of reminders on how wedding day is less important than the marriage itself,
but then, I think to prove it, I gotta go though it first. And finally, what
they are saying is true! Im nit stubborn of not following the advise, but there
are some component in my life that does not connect directly to my commitment
on wedding day.
Tuesday, 2 June 2015
#RumahMW – Istana Kecil Kami
Assalamualaikum, good people! :)
Alhamdulillah,
puji dan syukur dipanjatkan kepada Allah, akhirnya dengan seizin-Nya kami
diberikan kesempatan untuk memiliki rumah di usia muda. We are so blessed! Saya yakin, pasti semua pasangan yang baru
menikah mengimpikan untuk tinggal di rumah milik sendiri, dan bermacam usaha
yang dilakukan agar punya punya rumah. Cepat atau lambat, InsyaAllah pasti
dikasih. :)
Subscribe to:
Posts (Atom)








