Monday, 1 April 2019

NHW 9 Bunda Sebagai Agen Perubahan


                Assalamualaikum, hello blogworld! Pejam celik pejam celik akhirnya kita sampai juga di NHW ke-9, tak terasa waktu begitu cepat berlalu banyak sekali pencerahan yang saya dapatkan melalui program kuliah matrikulasi IIP ini. Setelah melalui prose pembelajaran yang berkelanjutan, hmmm kira-kira saya sudah menemukan jati diri dan misi hidup belum ya? :D Kadang masih suka galau, apakah yang saya lakukan susah sejalan dengan keinginan atau tidak, apakah sesuai dengan goal saya di awal belum, tapi the most important thing is just do it sih, kalo saya ;)

Monday, 25 March 2019

NHW #8 Misi Hidup dan Produktivitas


                Assalamualaikum, hello blogworld! Lanjut ke tugasan di NHW 8, yes semua NHW adalah berkesinambungan antara satu dengan lainnya, jadi memang ga bisa di skip :D.

a.       Ambil salah sau dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW #7)
b.      Setelah ketemu satu hal, jawabla pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :
1.       Mental seperti apa yang harus anda miliki untuk menjadi seperti yang anda inginkan? (BE)
2.       Apa yang harus anda lakukan untuk menjadi seperti yang anda harapkan? (DO)
3.       Apa yang akan anda lakukan apabila sudah memiliki yang anda harapka? (HAVE)
c.       Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah :
1.       Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kuta (lifetime purpose)
2.       Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun kedepan (strategic plan)
3.       Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution)

NHW #7 Tahapan Menuju Bunda Produktif


Assalamualaikum, hello blogworld! Tampaknya saya kalah dalah manajemen waktu mengurus NHW dan akhirnya pecah telor NHW overdue! T___T Not blaming anyone or anything, its all on myself. Sedih tapi, NHW tetap harus dibuat walau terlambat dan harus segera disetor. Perkualiahan Matrikulasi IIP juga tinggal sedikit lagi, semangat harus meningkat bukan makin males. :D


NHW kali ini adalah tentang “Tahapan Menjadi Bunda Produktif”. Awalnya agak bingung, (well saya selalu bingung kalau ngerjain NHW. Hahhahaa). Tapi setelah diresapi dengan memerhati sesi tanya jawab, camilan dan browsing, jadi lumayan tercerahkan.

Monday, 11 March 2019

NHW #6 Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal


Assalamualaikum, hello again blogworld! Time flies so fast, sooooo many things to do, so little time I Have. But excuse in unaccepted, all we need is to keep on doing our best with limited we had.

Melanjutkan perjalanan di minggu ke-6 perkuliahan matrikulasi Ibu Profesional, ilmu minggu ini adalah tentang “Ibu Manajer Keluarga Handal”. Hmmmm sounds familiar is it? Memang ya, peran itu pusatnya keberlangsungan agenda rumah tangga. Peran ayah sebagai ketua keluarga akan berjalan lancar dengan support ibu sebagai manager ( dan sekertaris, bendahara, serta ketua berbagai departemen lainnya :D). Well, ga mesti ibu yg support, baiknya sih sama2 karna kan berumah tangga berdua tu, jadi ya semuanya berdua.

Monday, 4 March 2019

NHW #5 Belajar Bagaimana Caranya Belajar


Assalamualaikum, hello blogworld! Kembali dengan Nice Homework di mingu ke-5, yang sukses bikin mengerutkan dahi sambil berfikir keras. >.<

                Buat saya, proses belajar itu terjadi sepanjang hayat. Tak hanya pendidikan formal di bangku sekolah & kuliah saja, tapi selama kita menjalani proses kehidupan sehari-hari, itulah saatnya kita belajar. Sebagai mahkluk yang menyukai hal sederhana, tanpa aturan yang terlalu ketat, saya ingin bebas berkreasi membuat design pembelajaran cara saya. Yang utama, adalah membuat jadwal berstruktur tentang aktivitas seharian dan istiqomah dalam melaksanakannya. Inilah perjuangan saya, bersama seorang putri kecil yang harus saya bersamai setiap hari. Kadang terjadi kondisi “cakap tak serupa bikin” kalau kata orang Melayu. Sudah dibuat sedemikian rupa planning minggu ini seperti apa, yang terjadi kadang malah sebaliknya. Back up plan perlu, tapi sesungguhnya dengan adanya putri kecil di rumah, saya harus selalu siap berimprovisasi dengan rencana yang saya buat.

Monday, 25 February 2019

NHW #4 Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah


Assalamualaikum, hello blogworld! Kembali lagi dengan tugasan selanjutnya dari program Matrikulasi Ibu Profesional Batch 7. Sungguh, kali ini diajak berfikir keras, dan tugasan inipun akhirnya kelar setelah 3 hari semedi. Draftnya ketik, delete, ketik, delete. Semoga tulisan yg dituangkan kali ini bisa menjawab goal dari tugasan kali ini yaaa >.<

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Sepertinya setelah semedi, saya harus lebih spesifik dalam menentukan jurusan ilmu yang akan saya pelajari yang lebih membawa manfaat buat anak saya kelak. Ilmu menggendong sangat bermanfaat buat anak saya, tapi jangka waktunya hanya sebatas sampai anak mau digendong, selebihnya akan bermanfaat buat orang tua dan anak lainnya. Maka dengan itu, saya memutuskan untuk focus pada jurusan ilmu pendidikan dan pengasuhan anak, membersamai anak dalam tumbuh kembangnya serta mendidiknya di rumah dengan metode berbasis Al-Quran dan Sunnah serta menambah input dari metode Montessori dan Waldorf. 

Monday, 18 February 2019

NHW #3 Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah


Assalamualaikum, hello blogworld!

Kembali bertemu dengan tugasan berikutnya pada program Matrikulasi Ibu Profesional Batch 7. Seminggu ini kondisi saya dan anak saya kurang fit dan kehilangan focus untuk produktif. Sehingga NHW yang harus disetor ini saya buat menjelang deadline. Semoga ini terakhir kalinya, semoga kedepannya saya bisa membuatnya lebih cepat, lebih terorganisir dan lebih baik.

Tugas kali ini bertema “Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah”. 3 minggu bergabung dengan Matrikulasi IP, saya sangat merasakan manfaat baik di dalamnya. Kita diajak untuk melihat kembali apa tujuan berkeluarga, menjalani proses dengan usaha terbaik serta melibatkan suami dan anak dalam membentuk family goal masing-masing. Setiap insane itu istimewa, begitu juga dengan keluarga. Dengan semua kelebihan dan kekurangannya, kita bersama-sama membangun keluarga yang Sakinah, Mawaddah dan Warahmah.

Sunday, 10 February 2019

NHW #2 : Ceklis Indikator Profesionalisme Perempuan Matrikulasi Ibu Profesional Batch #7


Assalamualaikum, hello blogworld! Perkuliahan Matrikulasi Ibu Profesional Batch #7 kini sudahpun masuk ke minggu ke-2 dan materi pada minggu ini adalah Menjadi Ibu Profesional. Setelah ada sharing materi dan diskusi, lanjut deh ke tugasan mingguan atau Nice Home Work. Sebelum bergabung sebagai mahasiswi di Institut Ibu Profesional, saya merasa kalau NHW itu semacam beban. Tapi, setelah menjalaninya, saya merasa NHW adalah tantangan yang akan sangat bermanfaat buat saya apabila saya melakukannya dengan bersungguh-sungguh.

Ceklis Indikator Profesionalisme Perempuan

a)      Sebagai individu
b)      Sebagai Istri
c)       Sebagai Ibu

Friday, 1 February 2019

NHW #1 Adab Menuntut Ilmu Matrikulasi Ibu Profesional Batch #7


Assalamualaikum, hai blogworld! 


Menggendong itu menyenangkan


Lama sekali ya sejak postingan terakhir di blog ini. Sejak memutuskan untuk menjadi stay at home mom, memang saya cukup keteteran dalam membagi waktu antara anak dan aktivitas pribadi. Jadi, lebih banyak waktu dihabiskan untuk mengurus anak dan rumah tangga. Alhamdulillah, sejak Yaya semakin besar, jadi Mama nya semakin punya waktu untuk urusan pribadi karna Princess kesayangan sudah semakin mandiri. Walau ya, tetap belum bisa beraktifitas dengan laptop/handphone ketika dia sedang melek. Hehe 

Friday, 3 March 2017

28 September 2016 : Terlahir kembali





Assalamualaikum, blogworld! Lama sekali tidak berdongeng, tahu-tahu sudah tahun 2017 saja. Baiklah, kali ini izinkan saya berbagi sebuah cerita manis tentang melahirkan anak pertama saya, Alya Aruna Nadira pada 28 September 2016 lalu.

27 September 2016

                Pagi diawali seperti biasa, bangun sekitar jam 5 pagi, bersiap untuk solat subuh. Tapi, ada yang beda. Ada yang bikin perut serasa ditarik-tarik, kenceng rasanya, tapi tidak lama, sebentar saja. Jadi ingat sekitar 2 minggu sebelumnya merasakan kontraksi brixton hiks, rasanya mirip-mirip. Jadi saya bawa aktivitas seperti biasa saja. Terbesit di benak saya, mungkin memang sudah mau lahiran, karna usia kehamilan sudah menjelang 39 minggu dan HPL saya adalah sekitar 2 November 2016. Seingat saya, per 30 menit – 1 jam pasti saya merasakan nyeri itu. Tapi, ketika dibawa berjalan atau duduk sambil goyang di birthing ball, rasa nyerinya menghilang.

                Di hari itu saya sempat berjalan (cukup jauh) untuk membeli sarapan nasi kuning favorit, memandikan kucing kesayangan dan berberes-beres. Untuk memandikan kucing, memang rasanya rempong sekali, tapi hari itu saya cukup bertekad memandikannya, karna feeling saya kalau tidak hari itu dimandikan, nanti kayaknya bakalan lebih lama lagi ga mandi. Sepanjang hari saya mencoba untuk beraktifitas senormal mungkin, jika gelombang cinta mulai muncul, saya perbanyak pergerakan dan mengatur nafas dan mencoba menikmatinya. Bahkan ada kejadian 1 dari 2 ekor baby cat rescue saya mati, sedih banget  rasanya karna baby cat itu udah 2 minggu-an saya rawat. Tapi saya mencoba ikhlas semoga ada hikmahnya. Siangnya, saya merasa sedikit lelah dan mencoba untuk tidur siang. Tapi apalah dayaku, tak bisa konsentrasi untuk bobo ciang, alhasil kembali duduk manis goyang-goyang di birthing ball sambil temenin mama nonton serial India kesukaannya. Sempet juga naik turun tangga mini yang di depan rumah. Pokoknya bergerak aja, biar makin nikmat gelombang cintanya. Tak lupa, pakai aplikasi untuk menghitung durasi, mudah-mudahan bentar lagi lahiran. 

                Malamnya, drama episode 1 dimulai. Saya udah whatsapp-an sama kakak Pembina Bidan Neny Rahmawati, tapi masih fase menghitung si tanda cinta, kalau udah intense baru deh cus ke Griya Bunda Sehat, tempat melahirkan pilihan saya dan suami. Laporan juga sama Bapak Negara yang nun jauh disana, dag dig dug lah beliau. Mama juga mulai panikan dan nyuruh buru-buru ke GBS. Padahal akunya masih santai senyum-senyum nikmatin tanda cinta baby Alya dan rencananya besok pagi aja ke GBS, siapa tau pas nyampe anakku meluncur depan pintu GBS. Hehe. Akhirnya, setelah disepakati bersama, malam itu juga saya dan mama berangkat ke GBS. Kucing kesayangan dengan terpaksa ditaroh di depan rumah, 1 baby cat yang direscue dari bak sampah ikut dikandangin di depan rumah. Makanan titip ama tetangga, itupun Cuma via WA nitipnya, udah kemaleman, jadi segan ngetok pintunya. 

                Sesampainya di GBS, kedatangan kami disambut Bidan Putri dan Bidan Rahma. Karna pengen tau aja, jadilah di VT. VT sakit ga? Enggak. Kalau nafasnya diatur ga terasa. Dan yang nge-VT juga berperan penting, prosesnya lembut dan cepat jadi ibu hamilnya kan tetep okey. Alhamdulillah, malam itu sudah di bukaan 3. Jadi semangat doonk, bentar lagi ketemu anak bayi yang sudah dikandung 9 bulan lamanya, apalagi penantian buat hamilnya setelah setahun menikah. Lanjut deh masuk ke kamar buat istirahat terus dipijet induksi untuk memacu bukaan. Yang pijet waktu itu bidan Rahma, rasanya enaaaaaak, saya betah dilama-lamain. Haha. Sekitar 1 jam kayaknya dipijet, ga terasa, sedikit ketiduran tapi pas ada gelombang cintanya kebangun lagi. Setelah selesai pijet, disarankan buat tidur, untuk recharge energy. Diusahain siih, tapi baru mau merem gelomang cintanya muncul lagi. Jadilah semalam memilih untuk tidur-tidur ayam di kursi terus sebentar-sebentar pindah ke birthing ball. Waktu itu pengennya apa coba? Pengen Bapak Negara tercinta ada di sampingku, memijatku, memelukku, menciumku. Huaaaaaah. Tapi apalah dayaku, suami mencari rezeki nun jauh disana, baru masuk pula. Hiks. Mama? Bobo pules beliau. Huhu

28 September 2016

                Semalaman fix saya tidak tidur, jadi rasanya itu memang energy-less. Kurma masih dikunyah, tapi ga bisa banyak. Bahkan saya bolak-balik kamar mandi seperti orang diare. Feeling saya badan saya sedang bersih-bersih untuk jalan lahir baby Alya nanti. Dari GBS disiapkan sarapan nasi kuning, tapi tak bisa saya makan padahal naskun emang favorit buat sarapan. Rasanya ingin muntah. Kala itu saya sempat menangis, rasanya campur aduk, pengen suami tapi jauh, sakit iya tapi seharusnya dinikmati, mencoba memeluk mama tapi kok mama awkward gitu. Aduh, entahlah rasanya kok beraaaaat banget. Konsentrasi agak goyah kala itu, tapi masih diusahakan untuk tetap tersenyum. Rencananya pagi itu mau disiapkan untuk berendam air hangat ditetesin essential oil lavender, udah bayangin donk, pasti enaaaaak. Etapi tiba-tiba rok basah! Mama langsung panik. Padahal kan uda di tempat bidan yaaa, gaperlu panik ma. Hehe

                Dengan sigap saya dibawa ke ruang suci, yaitu ruang persalinan. Di VT lagi untuk kali kedua, Alhamdulillah, sudah bukaan 6. Perjuangan masih berlanjut. Tangan Bidan Putri digenggam sekuat hati ketika gelombang cinta datang, nafas dipandu Bidan Putri. Bahkan saya sempet bilang “pandu aku nafas mbaaa” sambil meringis. Awal-awal masih bisa focus, masih bisa disugesti. Gelombang cinta = nafas. Pokoknya nafas aja. Tapiiiiiii, ketika semuanya buyar, maka hebohlah Batakan. Hahaha I screamed. Yes, saya teriak. Saya malu mengakuinya, tapi itulah kenyataannya. Belum lagi ga bisa ditahan ngeden padahal dari awal afirmasinya lahiran gamau ngeden, mau nafas aja. Huhu. Musnah sudah cita-citaku. Tapi, dibalik kehebohan satu itu, saya acungi jempol tim Griya Bunda Sehat yang tetap sabar dan bahkan ketawa kalo saya teriak dan nangis. Kok bisa sih heboh dan buyar konsentrasi? Saya masih kepikiran suami. Tapi anehnya kok pada ga kepikiran buat telpon atau video call suami ya waktu itu? Pdahal boleh-boleh aja loh.

                Dari awal masuk ruang suci sampai akhirnya lahir, semua pergerakan yang bisa membantu penurunan kepala saya lakukan, saya usahakan semampu saya. Nungging, berdiri, jongkok, rebozzo, miring ke kiri, berulang-ulang. Saya masih manut ama bidan, walaupun ada momennya fikiran saya kemana-mana ga focus gitu. Hiks. Selama proses persalinan, Bidan Neny juga membantu compress jalan lahir dengan air hangat untuk mengurangi trauma perineum. Selama proses juga, saya mencoba mengunyah kurma, tapi ga begitu bias nelen. Kalo minum air, banyaaak banget, haus terus rasanya. Exhausted. Gara-gara konser itu kayaknya, hehe. 

                Akhirnya, setelah hamper 4 jam, saya bisa lihat ubun-ubun Alya yang rambutnya MasyaAllah lebatnya lewat foto dan tangan saya menyentuh ubun-ubunnya itu sewaktu udah crowning. Dan hal yang paling gokil dari segala drama hari itu adalah, Alya meluncur dengan jayanya disertakan batuk saja. Ondeh mandeh, terus ngapain emakmu ini ngeden meluu dari tadi? Hahahaha. Alya Aruna Nadira, meluncur saja langsung konser. Mungkin mau menyaingi emaknya barusan. Lahirnya dibantu bidan praktisi gentle birth, lahirnya nyaman tanpa intervensi, InsyaAllah lahirnya minim trauma (walaupun emak konser, mudah-mudahan Alya baik-baik aja nak ya :”)). Mudah-mudahan ya anakku sayang. By the way, begitu si cantik ini selamat meluncur, udah ga ngerasa lagi emaknya yang namanya sakit, hilang semuanya terbayar dengan memeluk anak yang dinanti selama ini. Alhamdulillah ya nak, rasanya bahagia sekali. Setelah 1 jam Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan proses menjahit selesai (perineum tak tak begitu utuh. Hehe) Alya dibersihkan dan dipakaikan baju. Saya meminta untuk tali pusarnya dibakar untuk mempermudah perawatannya nanti sebelum puput. Setelah itu, Alya ditarih di samping saya dan saya mencoba menyusui. Dihisap, beneran dihisap sama Alya, Alhamdulillah anak pintar. Mudah-mudah ASI segera ngucur. 

                Sejak saat itu, jiwa raga ini rasanya menjadi sesuatu yang baru. Dari seorang istri kemudian menjadi ibu. Dipanggil MAMA sama anak cantik kesayangan kami. Punya tanggungjawab baru. Punya kegiatan baru. Rasanya seperti terlahir kembali, menjadi insan serba baru yang InsyaAllah mudah-mudahan lebih baik lagi. 




Duhai anakku Alya Aruna Nadira kecintaanku, bertumbuhlah sayang
Jadilah anak yang sehat, kuat, pintar dan solehah
Jadilah apapun yang kau inginkan
Cintailah ilmu, mama percaya hanya itu yang bisa membawamu kemana saja kau mau
Mama & Papa selalu cinta padamu


                Kepada tim Griya Bunda Sehat, Mb Neny, Mb Putri, Mb Arkas, Mb Rahma, Mb Nila terima kasih banyak sudah membantu proses persalinan saya dengan kesabaran tingkat tinggi, dengan senyuman yang tak berhenti. Terima kasih untuk ilmu di kelas hypnobirthing dan prenatal yoga. Terima kasih juga keluarga besar Gentle Birth Balikpapan yang selalu on dengan energy positifnya. InsyaAllah nanti akan ada post khusus untuk berbagi tentang persiapan melahirkan, mudah-mudahan rajin :D

Tuesday, 3 May 2016

Cerita Kehamilan : Alhamdulillah, Positif

Assalamualaikum, blogworld!


hey little peanut <3 td="">


                Setelah melakukan ikhtiar untuk memiliki keturunan, ya baik itu dengan suami, ke dokter dan meminta ke Allah SWT, yang terakhir dilakukan adalah bertawakal. Menanti dengan sabar, kapankah miracle itu akan menghampiri. Alhamdulillah, tak lama setelah kunjungan ke dokter O&G, saya positif hamil, dan momennya pas banget pas ada Ayah, Mama dan Adik dari Malaysia sedang berkunjung J

Sunday, 24 April 2016

Cerita Kehamilan : Trying to Conceive (Mencoba untuk Hamil)



Image from here


Assalamualaikum, hello my blogworld! Rasanya cukup lama sekali saya membiarkan blog ini sepi dengan tulisan (curhatan) baru. Hehe maafkanlah diri yang sok sibuk ini :”)

                Alhamdulillah, akhirnya masih diberi kesempatan bernafas di tahun yang baru, tahun 2016. 2015, nothing special happens. Semacam lost goal-post marriage syndrome. Bawaannya pengen di rumah aja, leyeh-leyeh bahkan mikir untuk ga kerja lagi. As in, berbakti buat suami dan (calon) anak-anak, seperti tipe ibu/istri ideal yang sering dieperdebatkan di social media. But yeah, I did some self-reflection and I think, 2016 will be a new year with major changes. Maybe I will share later about that. ;)

                Back to the main topic, trying to conceive. Biasanya suka dibikin hashtag #TTC di kalangan para wanita yang sedang berjuang hamil dan sharing di sosmed mereka. So, saya dan Bapak Negara sudah menikah genap 1 tahun pada 13 Desember 2015 yang lalu. Dan selama perjalanan setahun itu juga kami ditonjok dengan pertanyaan, “KAPAN HAMIL?”. Awalnya gemes, sebel. Tapi lama-lama jadi terbiasa dan enjoy ajah. Toh hidup kita, bukan hidupnya mereka. Mereka tau apa tentang kita? Sesuai perencanaan awal dan pastinya takdir Tuhan, kita berdua setuju setahun pertama berdua dulu. Jadilah setelah anniversary kita mulai mikir untuk punya momongan. Tepatnya sekitar awal Januari 2016. 

Thursday, 15 October 2015

Original Branded vs KW Branded vs Local Brand

Assalamualaikum, hello blogworld! :)


Image From here


                Wanita itu tak lepas dari pakaian, kosmetik serta aksesoris serta serba serbi yang diperlukan untuk menunjang penampilan. Baik untuk keperluan sehari-hari, pekerjaan, bersenang-senang sampailah ke status sosial wanita itu sendiri. Menggunakan barang-barang yang bermerk, terutama buatan luar negeri, sememangnya impian semua wanita, termasuk saya. :D Tapi, kenyataannya, ga semua orang mampu memilikinya. Terus, kalo diluar kemampuan gimana? Beli yang KW atau produk lokal aja nih? Terserah kamu donk yah ;)

Sunday, 11 October 2015

Santai


Santai kayak di pantai :)

How’s Life?



Asslamualaikum, hello my long times no see blogworld! :)
 
                Its been a while, well its quite a long time to be précised that I haven’t post anything on my blog. My kinda lame excuse will be “I don’t have time” but its not even acceptable due to I should make time to spend some time typing my valuable ideas to be posted on this dearest blog I have. Anyway, how are you doing my dearest friends? Hopefully all of you are enjoying life as much as I do and dont forget to be happy no matter how hard your life is. 

Friday, 10 July 2015

Hutang?



Assalamualaikum, good people! :)

Image from here

“Kakak jangan berhutang atau pakai kartu kredit ya, kalaupun mau ngutang yang gede kayak KPR untuk beli rumah atau kredit mobil ga apa-apa”

                Begitulah kira-kira pesan sang ayah tercinta untuk saya di saat sudah mulai bisa mendapatkan penghasilan sendiri. Memang iya, yang namanya hutang itu adalah mimpi buruk untuk semua orang. Makan tak kenyang, tidur tak lena, hanya gara-gara hutang. Ada berbagai jenis hutang, mulai dari yang sekecil di warung untuk belanja kebutuhan dapur, cicilan panic atau barang pecah belah (biasanya ibu-ibu), hutang cicilan motor, mobil, rumah dan yang paling biasa adalah hutang kartu kredit. Memang sih namanya nyicil, bayar sedikit-sedikit, tapi kan akhirnya itu adalah hutang yang wajib dibayar. 

Sunday, 28 June 2015

Re-Setting Life Goal



Assalamualaikum, good people! :)
 
                I am not sure where it begins, but recently I started to feel that I am going nowhere. I do admit that I am the “go with the flow” kind of person, but then, it doesn’t work anymore these days. Something is bothering me. Something about the future, that is forgotten. Something about dreams that never being said and not yet being achieved. 

Saturday, 27 June 2015

Harapan Ramadhan



Assalamualaikum, good people! :)



Image from here


                Alhamdulillah, akhirnya kita semua diberikan kesempatan untuk kembali dipertemukan dengan “Bulan 1000 Bulan”, yaitu bulan Ramadhan. Bulan dimana pahala berkali-kali lipat dan keberkahan melimpah ruah untuk hamba-Nya yang mengambil kesempatan istimewa ini dan ikhlas bertaqwa kepada-Nya. Semoga saya bisa termasuk salah satu dari jutaan manusia yang berlomba-lomba mendapatkan kemenangan di bulan suci Ramadhan ini. AAMIIN. 

Wednesday, 3 June 2015

Wedding Day : A Lesson Learned



Assalamualaikum, hello blogworld! :)





                So I am married for almost 6 months now, and Alhamdulillah we can overcome everything together smoothly, though sometimes “thunder attacks” happened between us. Today I am gonna share with you what I have learned from my wedding day, from the very beginning of its preparation until the D-day. Why is that so? Honestly, there’s a lot to learn when we face it by ourself. Yes, I heard a lot of reminders on how wedding day is less important than the marriage itself, but then, I think to prove it, I gotta go though it first. And finally, what they are saying is true! Im nit stubborn of not following the advise, but there are some component in my life that does not connect directly to my commitment on wedding day. 

Tuesday, 2 June 2015

#RumahMW – Istana Kecil Kami



Assalamualaikum, good people! :)








                Alhamdulillah, puji dan syukur dipanjatkan kepada Allah, akhirnya dengan seizin-Nya kami diberikan kesempatan untuk memiliki rumah di usia muda. We are so blessed! Saya yakin, pasti semua pasangan yang baru menikah mengimpikan untuk tinggal di rumah milik sendiri, dan bermacam usaha yang dilakukan agar punya punya rumah. Cepat atau lambat, InsyaAllah pasti dikasih. :)