Assalamualaikum & hello my blogworld! :D
Saya yakin teman-teman pasti punya kriteria lelaki idama yang
pengen dijadiin pendamping hidup kelak. Biasanya sih ya, ciwi-ciwi manis (azik)
pasti ada list yang panjangnya berkilo-kilometer demi seorang pangeran masa
depan. Hihihi :P
Well, saya sendiri sebenarnya termasuk orang yang punya list
spesifikasi tertentu untuk calon pasangan hidup. Kenapa? Simple. Semua orang punya
keinginan. Dan keinginan itu pasti banyak. Maka, terciptalah buku diary
anak-anak sewaktu zaman SMP-SMA yang menuliskan impian pernikahan ala tuan
putrid negri kayangan dengan pangeran gagah perkasa. (map bahasanya rada lebay)
haha.
Berbicara tentang spesifikasi, pastinya list yang saya buat
itu cukup jelas. Kriteria seperti apa yang saya maukan dari seorang laki-laki
yang akan berjalan bangga bersama saya nanti. Seperti apa? Coba cek ini :
1. Harus lebih pintar dari saya.
2. Harus lebih tinggi dari saya.
3. Hidungnya harus lebih mancung dari saya. Okefine. -___-
4. Harus mengerti apa yang saya mau walaupun saya ga ngomong.
Emang feeling detector?
5. Harus bisa ngasih semuanya yang saya minta. Even kalau
minta bulan sekalipun. LEBAY
6. Harus mapan. Punya rumah, kendaraan. Minimal motor deh.
TERLALU
……..
The list goes on, sampai ke permintaan yang paling di dunia.
Semua list itu ada sampai saya berumur 22 tahun. Yup, setahun yang lalu sebelum
semuanya berubah. Seiring bertambahnya usia, level kedewasaan yang juga semakin
meningkat, saya hanya mampu ketawain diri sendiri dengan ‘list anak kecil’ yang
saya buat itu. Well, emang sih, ga salah punya impian seperti itu. But then,
saya harus NGACA! Wong saya juga ga cantik-cantik amat, ga kaya juga, emang ada
yang mau? Hahahahaha -___-
Enggak, bukan karena alasan saya ga cantik, saya ga kaya,
saya ga pintar atau saya enggak yang lainnya. Semuanya adalah faktor kesadaran.
Kesadaran akan hal yang jauh lebih penting dari sekedar pasangan yang kaya,
cakep, pintar dan sebagainya.
In the end of the day, saya sadar yang saya butuh dari
seorang lelaki yang akan mendampingi saya kelak adalah :
1. Bertanggungawab. Berani membuktikan apa yang sudah
dikatakan.
2. Beriman. Baik agamanya dan bisa membimbing saya.
3. Jujur. Sekali bohong, sudah saya coret dari kata-kata
‘Calon’ deh.
4. Menyayangi kedua orang tua. Orang tuanya dan orang tua
saya.
5. Tetap bertahan di samping saya, sesulit apapun kondisinya.
Sudah. Hanya itu. Ga ada lagi ciri-ciri fisik yang saya
inginkan. Ga ada lagi materi yang saya kejar. Ga ada lagi keingingan ga penting
yang saya utamakan.
Karena saya menyadari bahwa fisik itu hanyalah sementara.
Siapa tau dia kecelakan dan fisiknya berubah? Apakah kita yang dulu
mencintainya setengah mati akan tetap setia dengannya saat hidungnya hilang?
Enggak, ini bukan lelucon. Tapi ini adalah kenyataan yang harus kita fikirkan
sebagai refleksi diri.
Lalu jika kita memilih seseorang karena materi yang dia
punya, apakah kita akan tetap mendampinginya dengan susah payah saat dia
kehilangan rumah dan mobil mewahnya lalu terbelit hutang?
Entahlah. Saya tidak sempurna dan tidak pernah mencoba untuk
menjadi sempurna. Yang bisa saya lakukan hanyalah memberikan sepenuh hati
dengan ikhlas kepada pendamping hidup saya nanti.
Sudah ada orang yang menjatuhkan hatinya kepada saya pun
sudah lebih dari bersyukur. Apalagi dia sudah mempunyai keinginan untuk
mempersatukan kami dengan ikatan yang sah nanti.
Semoga dikasih jalan dan dilancarkan sama Allah. Aamiin ;’)
-MS-
No comments:
Post a Comment